Ketika sebagian orang membicarakan ketahanan pangan Indonesia dari ruang diskusi atau seminar, tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung justru mencoba menghadirkan solusi yang bisa diproduksi langsung oleh petani lokal.

Mereka adalah Maritza Kayla Zasky Malikha, Agnes Ruth Savira, dan Naveed Muhammad Falah, mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) ITB yang tergabung dalam Team Althara.

Lewat inovasi bernama FERBINA atau Fermentasi Bijian Nusantara, ketiganya berhasil membawa pulang Gold Medal atau Juara 1 kategori Food Security sekaligus Juara 1 Utama dalam ajang Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026.

Kompetisi nasional tersebut diselenggarakan oleh Cakap Riset bersama Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta. Penghargaan diberikan dalam acara puncak yang digelar di Gedung Politeknik Kesehatan Yogyakarta pada akhir Juni 2026.

Di balik kemenangan itu, ada keresahan yang sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari: tingginya ketergantungan terhadap gandum impor.

Padahal, Indonesia memiliki begitu banyak sumber pangan lokal yang melimpah dan berpotensi menjadi bahan baku alternatif.

Berangkat dari persoalan tersebut, Team Althara mengembangkan FERBINA, sebuah tepung komposit berbasis biji-bijian lokal yang diproses menggunakan teknologi fermentasi bioteknologi.

Tujuannya bukan sekadar menciptakan produk baru, melainkan membuka peluang agar bahan pangan lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.

Yang membuat inovasi ini menarik adalah pendekatannya yang tidak berhenti pada aspek teknologi semata.

FERBINA dirancang agar dapat diproduksi dengan proses yang relatif sederhana dan memungkinkan untuk diterapkan oleh petani maupun pelaku usaha pangan lokal.

Dengan kata lain, inovasi ini tidak hanya berbicara soal laboratorium dan penelitian, tetapi juga peluang ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Naveed Muhammad Falah, pilihan mengangkat tema ketahanan pangan bukanlah sesuatu yang kebetulan.

Bidang tersebut sangat dekat dengan disiplin ilmu Teknologi Pascapanen yang mereka pelajari selama ini. "Pangan itu bisa bernilai lebih ketika manfaatnya tidak hanya sampai di meja makan saja, tetapi bisa berdampak lebih dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana generasi muda mulai melihat isu pangan dari perspektif yang lebih luas. Makanan bukan lagi sekadar soal konsumsi, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan petani, keberlanjutan lingkungan, hingga kemandirian ekonomi nasional.

Tak heran jika inovasi FERBINA juga dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kedua yakni Zero Hunger atau mengakhiri kelaparan.

Dalam konteks Indonesia yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan dan fluktuasi harga bahan baku impor, solusi berbasis sumber daya lokal menjadi semakin relevan.

Namun perjalanan menuju podium juara tentu tidak berlangsung mudah. Team Althara harus membagi waktu di tengah berbagai aktivitas akademik maupun kegiatan di luar perkuliahan. Persaingan pun tidak ringan karena mereka harus menghadapi ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang membawa inovasi terbaik di bidang masing-masing.

Di tahap final, setiap detail proposal dan presentasi menjadi penentu. Bagi mereka, memahami esai secara menyeluruh menjadi salah satu faktor terpenting dalam kompetisi semacam ini. Kerja sama tim yang solid juga menjadi modal besar yang membantu mereka melewati setiap tahapan penilaian.

Di balik keberhasilan tersebut, ada pula peran dosen pembimbing Dzulianur Mutsla, S.Si., M.T., Ph.D., yang mendampingi proses pengembangan gagasan hingga memastikan inovasi yang diusulkan tetap realistis dan memiliki peluang diterapkan di Indonesia.

Pendampingan tersebut membantu tim tidak hanya berpikir kreatif, tetapi juga mempertimbangkan aspek implementasi di lapangan.

Bagi Team Althara, kemenangan ini bukan semata tentang trofi atau medali emas. Lebih dari itu, mereka ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa melalui riset dan inovasi.

Dan siapa tahu, suatu hari nanti tepung berbasis bijian nusantara seperti FERBINA benar-benar menjadi bagian dari upaya Indonesia menuju kemandirian pangan yang selama ini dicita-citakan.

 

Foto: itb.ac.id/dok. Pribadi

 

#ITB #MahasiswaITB #KetahananPangan #FERBINA #InovasiMahasiswa #PanganLokal #TeknologiPangan #SDGs #ZeroHunger #PrestasiMahasiswa