Kalau Benar Mencintai Rasulullah, Ini yang Menanti di Akhirat
Mencintai Rasulullah saw. tidak cukup hanya dengan mengucapkan selawat atau mengaku sebagai umatnya. Cinta itu memiliki konsekuensi. Ada ajaran yang perlu diikuti, akhlak yang perlu diteladani, dan sunnah yang berusaha diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, ittiba’ur rasul atau mengikuti Rasulullah saw. memiliki buah yang sangat besar. Bukan berupa harta, jabatan, atau kesenangan yang hanya bisa dirasakan di dunia. Buah itu justru berkaitan dengan kehidupan yang kekal di akhirat.
Salah satu yang paling diharapkan seorang muslim adalah memperoleh syafa’at Rasulullah saw. dengan izin Allah Swt.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Anas bin Malik ra., digambarkan keadaan manusia pada hari kiamat ketika mereka mencari pertolongan. Mereka mendatangi Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Hingga akhirnya mereka datang kepada Nabi Muhammad saw.
Rasulullah saw. kemudian memohon izin kepada Allah Swt. dan diberikan izin untuk memberikan syafa’at.
Gambaran tersebut menunjukkan betapa beratnya keadaan manusia di hari akhir. Pada saat itu, manusia tidak lagi sibuk mengejar harta, jabatan, popularitas, atau pengakuan. Mereka hanya memikirkan keselamatan.
Karena itu, mengikuti Rasulullah saw. selama hidup di dunia menjadi bagian penting dari perjalanan seorang muslim.
Al-Qur’an juga memberikan kabar yang sangat menenangkan. Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 69 bahwa orang yang menaati Allah Swt. dan Rasul-Nya akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Swt., yaitu para nabi, orang-orang yang benar, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.
Bayangkan, kehidupan akhirat tidak hanya berbicara tentang tempat. Ada kebersamaan yang juga begitu berharga.
Orang yang selama hidupnya berusaha mengikuti Rasulullah saw. berharap dapat dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintai Allah Swt. Mereka menjadi teman di kehidupan yang tidak lagi mengenal kematian.
Al-Qur’an juga menggambarkan kebahagiaan orang beriman dengan wajah yang berseri-seri. Allah Swt. berfirman, “Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri.” (QS. Al-Qiyamah: 22).
Wajah yang berseri-seri itu menjadi gambaran kebahagiaan setelah melewati kehidupan dunia. Tidak ada lagi rasa takut terhadap masa depan. Tidak ada lagi kecemasan kehilangan sesuatu. Tidak ada lagi penyesalan karena dunia yang tidak berjalan sesuai keinginan.
Semua itu membawa kita pada satu tujuan besar, yaitu kemenangan di akhirat.
Allah Swt. menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman dan taat. Dalam QS. Al-Mujadilah ayat 22, Allah Swt. menggambarkan orang-orang beriman yang mendapat pertolongan-Nya dan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Allah Swt. rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya.
Inilah kemenangan yang sebenarnya.
Dunia boleh membuat kita sibuk mengejar banyak hal. Kita mengejar pekerjaan, pendidikan, pasangan, rumah, kendaraan, uang, bahkan pengakuan dari manusia. Semua itu boleh diperjuangkan. Namun, jangan sampai kita lupa bahwa kehidupan dunia hanya sementara.
Yang akan kita bawa menuju akhirat adalah iman, amal, dan ketaatan.
Karena itu, mencintai Rasulullah saw. perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kita berusaha menjaga salat, berkata jujur, menunaikan amanah, menjaga lisan, menghormati orang tua, memperbaiki akhlak, dan mengikuti sunnah sesuai kemampuan.
Tidak harus langsung sempurna.
Yang penting ada usaha untuk terus mendekat.
Sebab mengikuti Rasulullah saw. bukan sekadar tentang melakukan sesuatu yang terlihat oleh manusia. Ini tentang menyiapkan diri untuk sebuah pertemuan yang jauh lebih besar.
Pertemuan dengan Allah Swt. di akhirat.
Dan di sana, seorang muslim tentu ingin mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Swt., dikumpulkan bersama orang-orang saleh, merasakan kebahagiaan yang sempurna, dan memperoleh kemenangan berupa surga.
Maka, ketika kita mengatakan mencintai Rasulullah saw., mari bertanya kepada diri sendiri: sudahkah cinta itu mengubah cara kita menjalani hidup?
Wallahu a’lam.
Foto: Pexels
#Rasulullah #NabiMuhammad #Islam #Muslim #SunnahRasul #Ittiba #Syafaat #Akhirat #Surga #KajianIslam