Kembali ke semua artikel
Tegaskan Larangan Zamzam dalam Koper Bagasi, Kadaker Madinah Sidak Gudang Sitaan Jemaah Haji
Kabar Haji 17 June 2026 3 menit baca

Tegaskan Larangan Zamzam dalam Koper Bagasi, Kadaker Madinah Sidak Gudang Sitaan Jemaah Haji

Ditulis oleh Subhanhariadi Putra

MADINAH — Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang logistik penyimpanan barang sitaan milik jemaah haji Indonesia di Madinah. Sidak dilakukan untuk memastikan proses pemeriksaan barang bawaan jemaah berjalan sesuai ketentuan menjelang fase pemulangan gelombang kedua ke Tanah Air.

Dalam peninjauan tersebut, Khalilurrahman kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi pesawat. Meski sosialisasi telah dilakukan berulang kali, petugas masih menemukan sejumlah koper yang berisi botol air zamzam yang sengaja disembunyikan.

“Jemaah diimbau jangan coba-coba memasukkan atau membawa air zamzam ke dalam koper bagasi pesawat. Imbauan sudah sering diberikan, namun masih saja ditemukan yang melanggar,” ujar Khalilurrahman saat meninjau gudang penyimpanan barang sitaan.

Ia menjelaskan, seluruh koper jemaah yang akan diberangkatkan ke bandara wajib melewati pemeriksaan menggunakan mesin x-ray di gudang logistik. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi keberadaan barang-barang yang dilarang dalam penerbangan, termasuk air zamzam.

Menurut Khalilurrahman, sistem deteksi yang digunakan memiliki kemampuan tinggi untuk mengenali cairan maupun barang terlarang, meskipun telah dibungkus dengan berbagai cara.

“Akan langsung ketahuan. Meski ditutup rapat menggunakan aluminium foil, plastik berlapis, atau bahan lainnya, tetap akan terdeteksi. Koper kemudian dibongkar dan barang yang dilarang akan dikeluarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap proses pembongkaran koper selalu disaksikan oleh petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) untuk memastikan transparansi dan menjamin tidak ada barang lain yang diambil selain barang yang memang dilarang.

Setelah lolos pemeriksaan di gudang logistik, koper jemaah masih akan menjalani pemeriksaan ulang di bandara sebelum dimasukkan ke dalam pesawat. Karena itu, peluang barang terlarang lolos dari pengawasan sangat kecil.

Khalilurrahman mengakui banyak jemaah yang ingin membawa air zamzam sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di Tanah Air. Namun, ia menegaskan bahwa distribusi air zamzam bagi jemaah telah diatur secara resmi dan akan diberikan setelah tiba di Indonesia.

“Membawa air zamzam untuk dibagikan kepada keluarga tentu niat yang baik. Tetapi harus dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Jika terjadi kebocoran di bagasi pesawat, hal itu dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan penerbangan,” katanya.

Selain air zamzam, petugas juga menemukan sejumlah barang lain yang dilarang masuk ke dalam bagasi maupun kabin pesawat. Barang-barang tersebut antara lain power bank, korek api, pisau, gunting, serta benda lain yang berpotensi membahayakan keamanan penerbangan.

Seluruh barang sitaan tersebut diamankan oleh petugas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah selama proses kepulangan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah RI kembali mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan maskapai dan aturan penerbangan internasional agar proses pemulangan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air.

Aditya Nugroho - Media Center Haji 2026

Sukai dan bagikan artikel ini

Komentar

0 tanggapan dari pembaca

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Artikel menarik lainnya

Lanjutkan dengan membaca artikel menarik lainnya

Lihat semua