Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura, Lengkap dengan Keutamaannya!
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan mulia ini. Sebagaimana dikutip dari penjelasan para ulama, hukum puasa Muharram adalah sunnah, bahkan lebih utama dari puasa bulan Sya’ban yang paling sering dipuasai oleh Nabi Muhammad SAW. Hukum puasa Muharram adalah sunnah, bahkan lebih utama dari puasa Sya’ban. Jangan lewatkan kesempatan emas ini.
Berikut lafal niat puasa Muharram (puasa di bulan Muharram secara umum), puasa Tasu'a (9 Muharram), dan puasa Asyura (10 Muharram):
1. Niat Puasa Muharram (Umum)
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”
Niat ini dibaca jika Anda berpuasa di hari-hari biasa di bulan Muharram (misalnya tanggal 1, 2, 3, dst, selain tanggal 9 dan 10).
2. Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.”
Puasa Tasu'a sangat dianjurkan untuk membedakan umat Islam dari orang Yahudi yang hanya berpuasa Asyura.
3. Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”
Waktu Membaca Niat
Niat puasa sunnah (termasuk puasa Muharram, Tasu'a, dan Asyura) dapat dilakukan pada malam hari, sejak setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Jika lupa membaca niat di malam hari, masih diperbolehkan berpuasa dengan membaca niat pada pagi hari hingga waktu Dzuhur tiba, dengan syarat: sejak terbit fajar hingga membaca niat, ia belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, atau berhubungan suami istri).
Keutamaan Puasa Muharram dan Asyura
Setidaknya ada lima keutamaan yang bisa Anda peroleh dengan berpuasa di bulan Muharram:
1. Puasa yang Paling Utama Setelah Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda, “Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram memiliki kedudukan tertinggi dibanding puasa sunnah di bulan lain.
2. Termasuk Bulan-Bulan Mulia (Asyhurul Hurum)
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (mulia) bersama Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Berpuasa di bulan-bulan mulia akan melipatgandakan pahala.
3. Pahala Puasa 30 Hari
Puasa sehari di bulan Muharram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Subhanallah, ini adalah bonus yang sangat besar. Jika Anda berpuasa sehari, Anda seperti berpuasa sebulan penuh.
4. Puasa Asyura Melebur Dosa Setahun
Puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang telah berlalu. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim). Ini adalah kesempatan luar biasa untuk membersihkan diri.
5. Puasa Tasu'a + Asyura + 11 Muharram Membeda dari Yahudi
Jika Anda berpuasa Tasu'a (9 Muharram), Asyura (10 Muharram), dan 11 Muharram, maka Anda telah mengikuti sunnah yang sempurna dan membedakan diri dari orang Yahudi yang hanya berpuasa Asyura.
Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 6, “Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertakwa.” Pergantian tahun Hijriah adalah salah satu tanda kebesaran Allah. Menyambutnya dengan puasa adalah bentuk syukur atas nikmat umur.
Kesimpulannya, jangan lewatkan puasa di bulan Muharram, terutama puasa Tasu'a dan Asyura. Hafalkan niatnya, dan raih keutamaan yang luar biasa. “Nawaitu shauma Tasu'a...” “Nawaitu shauma Asyura...” Selamat menjalankan puasa, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Wallahu a'lam.
#NiatPuasaMuharram #NiatPuasaTasua #NiatPuasaAsyura #KeutamaanPuasaAsyura #PuasaMuharram #BulanMuharram #TahunBaruIslam #1448H #HapusDosa #PuasaSunnah