← Kembali ke semua artikel
Inspirasi 30 September 2026 2 menit baca

Nasihat Itu Manis Diucapkan, Pahit Didengar

Wahyu Aldiansyah
Ditulis oleh Wahyu Aldiansyah

 JAKARTA - 

Ungkapan Imam Al-Ghazali tentang hawa nafsu ini kembali relevan di tengah budaya saling mengingatkan.

Memberi nasihat hampir selalu terasa ringan. Cukup beberapa kalimat, dan seseorang sudah bisa tampil bijak di depan orang lain. Namun ketika giliran menerima, situasinya berbalik. Dada terasa sesak, telinga memanas, dan pembelaan diri muncul lebih cepat daripada renungan.

Fenomena sehari-hari ini dirumuskan Imam Al-Ghazali, ulama besar dan pemikir tasawuf, dalam ungkapan yang singkat dan menohok: nasihat itu mudah diucapkan, tetapi sulit diterima. Menurutnya, nasihat terasa pahit bagi orang yang menuruti hawa nafsunya, sebab yang dilarang justru hal yang paling dicintainya.

Dari sini terlihat bahwa persoalannya bukan pada isi nasihat, apalagi cara penyampaiannya semata. Masalahnya ada pada kedekatan hati dengan keinginan yang sedang dilarang. Semakin erat seseorang terikat pada kebiasaan atau kesenangan tertentu, semakin keras ia menolak siapa pun yang mencoba mengusiknya. Nasihat yang benar pun bisa terdengar seperti serangan.

Pesan ini relevan di era ketika kritik dan teguran mudah sekali datang, baik dari lingkungan terdekat maupun dari layar ponsel. Reaksi spontan berupa tersinggung, defensif, atau merasa diceramahi sering kali menjadi tanda bahwa ada bagian dalam diri yang sedang disentuh.

Ungkapan Al-Ghazali mengajak orang untuk menjadikan rasa pahit itu sebagai bahan introspeksi, bukan alasan untuk menutup telinga. Ketika sebuah nasihat terasa berat, bisa jadi di situlah letak hal yang paling perlu dibenahi. Sebagaimana obat yang sering terasa pahit di lidah, nasihat yang jujur mungkin tidak menyenangkan saat diterima, tetapi menyehatkan bagi jiwa dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, belajar menerima nasihat barangkali lebih sulit daripada belajar memberikannya. Dan ukuran kedewasaan sering kali terletak pada kesediaan mendengar ketika hati sedang enggan.

💬
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama mengomentari postingan ini.

Konten Lainnya

Konten sosial media lainnya yang mungkin kamu suka.

Lihat semua