Fase Bulan Ternyata Mirip Tandan Kurma Tua, Persis seperti Gambaran Al-Quran
JAKARTA – Sebuah konten yang membandingkan visual fase bulan dengan deskripsi dalam Al-Quran dari akun Instagram @stockholicidn ramai dibagikan warganet. Konten yang tayang pada 27 Juli itu, saat tangkapan layar diambil, telah mengumpulkan sekitar 10,8 ribu like, 93 komentar, dan 912 bagikan ulang.
Klaim Kemiripan Visual
Konten tersebut mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang di tengah padang pasir 14 abad lalu bisa menggambarkan lintasan visual bulan dengan presisi yang dianggap memukau. Klaimnya merujuk pada Surah Yasin ayat 39, yang menggambarkan fase-fase bulan seperti "tandan kurma tua yang melengkung" ('urjunil qadim).
Untuk memperkuat klaim tersebut, konten ini menampilkan dua gambar berdampingan: sebuah tandan kurma kering yang melengkung, dan sebuah foto komposit yang memetakan posisi bulan di langit sepanjang satu bulan qamariah (lunar), yang menunjukkan pola melengkung menyerupai bentuk tandan tersebut. Akun ini menyebut kemiripan ini sebagai "mukjizat visual, matematis, dan astronomis yang tak terbantahkan".
Catatan
Perbandingan antara fase bulan dan ayat tentang "tandan kurma tua" ini merupakan salah satu topik populer dalam pembahasan i'jaz ilmi (kemukjizatan ilmiah Al-Quran), sebuah pendekatan tafsir yang mendapat pandangan beragam di kalangan ulama dan akademisi Muslim. Sebagian ulama tafsir klasik memaknai ayat tersebut secara lebih sederhana, yakni sebagai gambaran bulan sabit tipis yang menguning dan melengkung pada akhir siklus bulan, mirip dengan bentuk tandan kurma tua, tanpa merujuk pada foto komposit lintasan bulan sepanjang sebulan penuh seperti yang ditampilkan dalam konten ini. Foto komposit lintasan bulan sendiri adalah hasil fotografi modern yang memerlukan teknik pengambilan gambar berulang dalam jangka waktu tertentu, dan tidak serta-merta menggambarkan apa yang secara literal dapat diamati mata telanjang dalam semalam.