Kucing Tidak Masuk Surga? Ini Penjelasannya Menurut Islam
JAKARTA – Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan pecinta kucing kembali dibahas dalam sebuah konten edukasi dari akun Instagram inilah_com. Konten yang tayang pada 8 Maret itu, saat tangkapan layar diambil, telah mengumpulkan sekitar 9,1 ribu like, 200 komentar, dan 1,2 ribu bagikan ulang. Pertanyaannya sederhana namun sering menggelitik hati para pecinta hewan: benarkah kucing tidak masuk surga menurut ajaran Islam?
Kenapa Kucing Tidak Masuk Surga
Menurut konten tersebut, kucing dan hewan lain tidak masuk surga karena tidak memiliki kewajiban agama, sehingga tidak memiliki catatan pahala maupun dosa seperti manusia. Kelak di akhirat, hewan-hewan disebut akan dikumpulkan bersama manusia, lalu diperintahkan Allah untuk berubah menjadi tanah. Klaim ini dikaitkan dengan sebuah riwayat yang disebut termuat dalam kitab tafsir Ath-Thabari.
Konsep Mukallaf: Siapa yang Dihisab di Akhirat
Konten ini menjelaskan bahwa yang akan dihisab atau diperhitungkan amalnya di hari kiamat adalah makhluk mukallaf, yaitu makhluk yang dibebani kewajiban syariat dan memiliki akal, seperti manusia dan jin. Hewan, termasuk kucing, tidak dibebani kewajiban ibadah seperti salat, puasa, atau zakat, sehingga tidak memiliki tanggung jawab moral sebagaimana manusia dan karenanya tidak dihisab dalam pengertian yang sama.
Bisakah Bertemu Hewan Kesayangan di Surga?
Konten ini turut menjawab pertanyaan lanjutan yang kerap muncul: jika hewan tidak masuk surga, apakah manusia tidak akan pernah bertemu lagi dengan hewan kesayangannya? Menurut penjelasan yang disampaikan, surga digambarkan sebagai tempat penuh kenikmatan tanpa kesedihan dan kehilangan, di mana penghuninya akan mendapatkan apa saja yang mereka inginkan. Karena itu, jika seorang hamba menginginkan sesuatu yang membahagiakan hatinya, termasuk kehadiran hewan kesayangan, Allah disebut Maha Kuasa untuk mewujudkannya.
Sebagai penguat, konten ini mengutip sebuah riwayat hadits tentang seorang Arab Badui yang bertanya kepada Rasulullah SAW apakah ada unta di surga karena kecintaannya pada hewan tersebut. Nabi disebut menjawab bahwa jika orang itu dimasukkan ke surga, ia akan mendapati apa saja yang diinginkan dan menyenangkan hatinya di sana.
Kesimpulan
Konten ini menyimpulkan bahwa meskipun secara konsep hewan tidak masuk surga sebagaimana manusia, bukan berarti Allah tidak bisa menghadirkan sesuatu yang menyenangkan hati hamba-Nya di surga kelak, karena kekuasaan Allah tidak terbatas.
Catatan
Topik tentang status hewan di akhirat merupakan bagian dari kajian akidah yang dibahas ulama berdasarkan berbagai riwayat dan penafsiran. Pembaca disarankan merujuk pada kitab tafsir dan hadits yang kompeten, atau berkonsultasi dengan ulama, untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai topik ini.