← Kembali ke semua artikel
Kabar Dunia Islam 25 September 2026 2 menit baca

"Bumi Bukan Milik Kita untuk Dirusak Sesuka Hati": Kontras Pandangan Ini soal Bencana Ramai Dibagikan

Wahyu Aldiansyah
Ditulis oleh Wahyu Aldiansyah

 

JAKARTA – Sebuah konten reflektif tentang cara pandang terhadap musibah dan bencana alam dari akun Instagram @muslimvox.id, yang berbasis di Jakarta, ramai dibagikan warganet. Konten itu tayang pada 22 Agustus dan, saat tangkapan layar diambil, telah mengumpulkan sekitar 46,1 ribu like, 171 komentar, dan 12,9 ribu bagikan ulang.

Konten ini disusun dengan format perbandingan antara "kata dunia" dan "kata Al-Quran" dalam menyikapi bencana dan penderitaan orang lain.

Bencana Dianggap "Hal Biasa"
Menurut akun tersebut, dunia hari ini cenderung menormalkan bencana sebagai sesuatu yang wajar terjadi, sekadar disebut sebagai bencana alam biasa. Sebaliknya, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa musibah semestinya menyadarkan manusia bahwa bumi bukan sesuatu yang boleh diperlakukan sesuka hati.

Empati yang Dianggap Bukan Urusan Sendiri
Konten ini juga menyoroti sikap acuh yang kerap muncul ketika bencana menimpa orang lain yang dianggap tidak berkaitan langsung. Sikap itu dikontraskan dengan pandangan bahwa musibah yang menimpa sesama semestinya turut menggetarkan hati, bukan dianggap sebagai persoalan orang lain semata.

Kritik terhadap Empati Digital yang Cepat Pudar
Salah satu sorotan utama konten ini adalah kebiasaan menilai keadaan hanya dari ramai-tidaknya sebuah isu di media sosial. Ketika sebuah bencana sudah tidak lagi ramai diperbincangkan di linimasa, banyak orang menganggapnya sudah selesai atau aman. Konten ini menegaskan bahwa hilangnya sebuah peristiwa dari pemberitaan tidak berarti penderitaan korban ikut selesai. Bahkan, bagi sebagian korban, justru ketika sorotan publik meredup, perjuangan mereka untuk bangkit baru benar-benar dimulai.

Empati yang Tergesa-gesa
Poin lain yang diangkat adalah kritik terhadap kebiasaan buru-buru mengucapkan "hikmah" kepada orang yang baru saja kehilangan sesuatu. Konten ini mengingatkan bahwa tidak semua nasihat atau pemaknaan atas suatu hikmah perlu segera disampaikan kepada orang yang masih dalam kondisi berduka.

Ajakan Bergabung Kelas Kajian
Di bagian keterangan, akun ini juga mengajak pengikutnya mempelajari lebih dalam makna Al-Quran lewat sebuah kelas bertajuk "Meet The Prophet", dengan mengetik kata kunci tertentu di kolom komentar untuk bergabung.

Catatan
Konten ini merupakan renungan reflektif tentang empati dan tanggung jawab sosial menurut sudut pandang pengunggah. Kalimat-kalimat yang disandingkan dengan label "Quran bilang" merupakan interpretasi atau parafrase pesan moral, bukan kutipan literal ayat Al-Quran. Pembaca disarankan merujuk pada kitab tafsir bila ingin memahami dasar ayat yang melandasi pesan tersebut.

💬
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama mengomentari postingan ini.

Konten Lainnya

Konten sosial media lainnya yang mungkin kamu suka.

Lihat semua