"Islam Pernah Memimpin Dunia": Konten yang Serukan Kebangkitan lewat Penerapan Syariah dan Persatuan Umat Ini Ramai Dibagikan
JAKARTA – Sebuah konten edukasi bertema sejarah peradaban Islam dari akun Instagram @dakwahideologisofficial ramai dibagikan warganet. Konten berformat carousel itu mengangkat pertanyaan reflektif: mungkinkah Islam kembali memimpin peradaban dunia seperti pada masa lalu? Konten tersebut tayang pada 1 Juni. Saat tangkapan layar diambil, ia telah mengumpulkan sekitar 2,8 ribu like, 74 komentar, dan 725 bagikan ulang.
Napak Tilas Kejayaan Masa Lalu
Konten itu membuka narasinya dengan menyebut Islam pernah memimpin dunia selama lebih dari 13 abad, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam pemerintahan, ilmu pengetahuan, ekonomi, pendidikan, dan hubungan internasional. Sebagai contoh, disebutkan peradaban Islam di Andalusia (Spanyol) dan Asia Tengah (Samarkand). Menurut akun tersebut, kejayaan itu lahir bukan dari kekayaan atau jumlah penduduk, melainkan dari akidah yang kuat, pemikiran yang jernih, penerapan syariat secara menyeluruh, dan kepemimpinan yang menyatukan umat.
Analisis Penyebab Kemunduran
Konten ini kemudian menyoroti kondisi umat Islam saat ini yang berjumlah miliaran, namun dinilai tidak otomatis melahirkan kekuatan. Menurut akun tersebut, umat kehilangan posisi kepemimpinan dunia karena tiga hal: Islam dipisahkan dari kehidupan (sekularisme), hukum buatan manusia menggantikan syariat, dan persatuan umat terpecah menjadi banyak negara-bangsa. Ideologi seperti materialisme, sekularisme, dan nasionalisme disebut sebagai penyebab keretakan itu. Kesimpulannya, umat disebut menjadi objek, bukan subjek peradaban.
Seruan yang Diajukan
Sebagai solusi, konten ini mengajukan empat langkah kebangkitan: menjadikan kembali Islam sebagai ideologi atau mabda' dalam mengatur kehidupan, membangun kesadaran politik umat, membina generasi berkepribadian Islam, serta memperjuangkan penerapan syariat secara menyeluruh. Salah satu slide menampilkan poster bertuliskan "Khilafah adalah Kewajiban" dan "Islam adalah Solusi", disertai ilustrasi bendera hitam bertuliskan kalimat syahadat, simbol yang lazim digunakan kelompok-kelompok yang mengusung gagasan khilafah.
Catatan
Isi konten ini merupakan pandangan ideologis pengunggah tentang sistem pemerintahan Islam, termasuk gagasan khilafah, yang merupakan topik yang diperdebatkan di kalangan ulama, akademisi, dan masyarakat.