CARA MEMBALAS BUDI ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL, Bukan Hanya Kirim Do'a! | RUMAH MAMAH DEDEH
Damai Indonesiaku
22 menit yang lalu
religiOne - Di era modern yang dipenuhi dengan kecanggihan sains dan teknologi, masyarakat sering kali dihadapkan pada istilah "prediksi" dan "ramalan". Prediksi cuaca oleh BMKG, analisis tren ekonomi, hingga prakiraan sains sering dianggap serupa dengan ramalan nasib, zodiak, atau dukun oleh sebagian orang. Padahal, secara metodologi dan syariat Islam, keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Prediksi ilmiah dibangun berdasarkan Sunnatullah (hukum alam), pengamatan data rasional, riset, serta pemetaan sebab-akibat yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Sementara itu, ramalan nasib atau gaib bersandar pada klaim pengetahuan hal gaib (ilmul ghaib) tanpa dasar ilmiah yang melanggar batas-batas akidah. Lantas, bagaimana Islam memandang perbedaan ini? Bersama Ustaz Tata Sukayat dalam program Damai Indonesiaku, kita diajak untuk memahami batasan syariat secara jernih agar terhindar dari keraguan dan tetap menjaga tauhid yang lurus dalam menyikapi perkembangan sains modern. Dalam tayangan Damai Indonesiaku tvOne kali ini, Ustaz Tata Sukayat membedah tuntas konsep sains dan akidah Islam, batasan penggunaan data ilmiah, serta bahaya menyamakan prakiraan akademis dengan praktik perdukunan atau ramalan gaib!