Begini Langkah untuk Benar-benar Mengimani Al-Qur'an | KH. Sumarno Syafi'i - Damai Indonesiaku
Damai Indonesiaku
24 menit yang lalu
religiOne - Di era digital dan media sosial saat ini, menumpahkan segala bentuk kekesalan, kesedihan, masalah pribadi, hingga rasa galau di ruang publik sudah menjadi pemandangan yang lazim ditemui. Banyak orang memilih membuat status, story, atau utas curhatan dengan harapan mendapatkan perhatian, simpati, atau validasi dari warganet. Padahal, kebiasaan mengumbar masalah pribadi di media sosial sering kali justru mendatangkan mudarat yang lebih besar, mulai dari membuka aib diri sendiri, menjadi bahan konsumsi publik, mengundang komentar negatif, hingga memperkeruh suasana hati yang sedang guncang. Islam mengajarkan adab berinteraksi dan menjaga kehormatan diri (muruah) yang jauh lebih mulia: alih-alih mengeluh kepada makhluk di dunia maya, jadikan sujud, zikir, dan doa kepada Allah SWT sebagai tempat pengaduan yang paling aman, menenangkan, dan mustajab. Bersama KH. Achmad Jamiluddin dalam program Damai Indonesiaku, kita diajak untuk bijak menggunakan media sosial serta mengembalikan segala keluh kesah hanya kepada Zat Yang Maha Mendengar. Dalam tayangan Damai Indonesiaku tvOne kali ini, KH. Achmad Jamiluddin membedah tuntas dampak negatif mengumbar masalah di media sosial, pentingnya menjaga privasi dan aib diri, serta keutamaan agung dari curhat lewat doa yang khusyuk kepada Allah SWT!